Tenggelamnya kapal sewol : menenggalamkan banyak siswa
Saat sehari sebelum kejadian tepatnya 15 April 2014, Kapal Sewol dijadwalkan berlayar pukul 18.30. Sayangnya saat itu perlayaran ditunda karena ada kabut tebal dengan jarak pandang 1 km. setelah pukul 20:30, kondisi sudah aman dan kondusif. kapal diberangkat pada pukul 21.00 yang di nahkodai oleh lee joun seok yang berumur 69 tahun. Lee sudah memiliki pengalaman 40 tahun mengarungi lautan Injon-Jeju dengan tarif pertahunnya 37 juta rupiah saja.
Pada awalnya pelayaran berjalan dengan lancar akan tetapi saat kapal memasuki selat maenggol yang terkenal dengan arus yang deras. saat itu Pukul 08:50 pagi,perwira muda yang belum berpengalaman memegang mudi kapal saat nahkoda utama lalai pergi ke kamarnya. mengaku melihat ada kapal yang melaju kencang kearah Kapal Sewol. Sang perwira membelokkan kapal terlalu tajam dan kehilangan kendali. kapal perlahan terbalik dikarenakan kelebihan muatan, yang seharusnya diperbolehkan hanya mengakut 987 ton saja kapal ini mengakut 3608 ton 3 kali lebih berat. selain itu air pemberat yang dikuras kapal tersebut menjadikan kapal kurang stabil saat dibelokan.
Situasi tidak lagi kondusif dan orang orang mulai panik saat kapal miring. akan tetapi bukannya memberi himbauan untuk keluar dari kapal, kru kapal malah mengimbau penumpang untuk masuk kedalam kabin kapal. sedangkan kru kapal malah keluar yang seharusnya menunggu penumpang dulu yang keluar. saat di situasi tersebut kru kapal juga tidak menghubungi pihak penjaga pantai melainkan salah satu siswa lah yang melapor pertama kali kepada penjaga pantai untuk meminta bantuan. namun naas nya pada pukul 10.31 pagi kapal sepenuhnya terbalik dengan penumpang penumpang atau siswa siswa danwon highschool yang masih berada di dalam kapal.
Kejadian ini banyak memakan korban saat kapal tenggelam. sebanyak 304 penumpang dinyatakan meninggal di dalam kapal dan sebanyak 250 diantaranya adalah siswa siswa dari danwon highschool. dari seluruh penumpang yang berada dalam kapal hanya 172 korban saja yang selamat dari kejadian tersebut. korban tersebut dibantu oleh penjaga pantai dan kapal kapal nelayan yang berada di dekat kapal sewol tersebut. selain itu Proses penyelamatan ini juga mendapat bantuan dari kapal perang Amerika Serikat, USS Bonhomme Richard yang sedang berpatroli di kawasan tersebut.
dalam dari peristiwa tersebut menjadi hari yang paling menyakitkan bagi warga korea selatan. warga korea selatan mengirimkan bantuan dan dedikasi mereka untuk datang ke sekolah. bahkan ruang kelas korban terlihat banyak foto foto dan barang barang korban untuk bisa dikenang. banyak yang merasa terharu dalam kejadian tersebut dan kesal terhadap sikap kru kapal yang ceroboh dan tidak bertanggung jawab. para kru kapal juga sudah diberikan hukuman penjara sesuai dengan perbuatannya. kita bisa mengambil hikmah dalam kejadian tersebut agar berhati hati dalam melakukan sesuatu.




Komentar
Posting Komentar